Showing posts with label Chania. Show all posts
Showing posts with label Chania. Show all posts

tips aman berkendara di jalan tol

Berikut ini adalah beberapa tips yang cukup penting diketahui supaya Anda tidak lagi memiliki rasa takut menyetir di jalan tol, serta bisa meningkatkan fokus Anda ketika di jalan tol:
  • Upayakan Selalu Melihat Jauh ke Depan Ketika di Jalan Tol Maksudnya, Anda harus mampu melihat lebih jauh ke depan, tak hanya melihat kendaraan yang berada persis di depan Anda. Anda akan mendapatkan perspektif yang lebih luas jika Anda mampu melihat lebih jauh ke depan dan memahami situasi lalu lintas pada waktu itu.- Jangan Hanya Mengandalkan Kaca Spion Anda
  • Upayakan untuk melihat secara cepat jika Anda hendak berganti jalur. Jangan hanya mengandalkan kaca spion karena titik buta (blind spots) bisa menyebabkan Anda tidak dapat melihat kendaraan di samping Anda. Ingat, upayakan melihat ke belakang dengan cepat (mungkin hanya satu detik), setelah itu Anda harus fokus kembali melihat ke depan.
  • Selalu Jaga Jarak Dengan Kendaraan di Sekitar Anda. Selalu jaga jarak kendaraan Anda dengan kendaraan lain tak hanya di depan, tapi juga di belakang dan samping mobil Anda. Selalu putar mata Anda untuk melihat keadaan sekitar, jika terlalu dekat dengan kendaraan lain, beri jarak.
  • Keluar Dari Jalan Tol. Selalu rencanakan sebelum Anda keluar jalan tol. Beri waktu dan jangan terburu-buru melakukan gerakan tiba-tiba untuk keluar dari jalan tol. Jika Anda masih berada di jalur cepat, perlahan pindahkan posisi Anda ke jalur yang lebih lambat dengan memperhatikan kondisi sekitar. Lakukan hal tersebut ketika kendaraan masih cukup jauh dengan pintu keluar tol tersebut. Jika terlewat, jangan panik dan keluarlah di pintu keluar berikutnya.
  • Selalu Upayakan Untuk Selalu Berada Pada Kecepatan Normal. Menjaga laju kendaraan pada level normal sangat penting dilakukan di jalan tol. Idealnya, upayakan kendaraan tetap berada pada kecepatan 60-75 km/jam ketika di jalan tol. Dengan kecepatan standar ini, Anda juga akan terbantu untuk tidak melewatkan pintu keluar tol jika Anda hendak keluar.
 sumber : Divisi Humas Mabes Polri

membentuk tim impian

Beginilah realitasnya dan sudah menjadi rahasia umum dunia kerja kesenjangan yang sangat amat jauh antara atasan dan bawahan, pimpinan dan anak buah, manager dan karyawan. dan hal tersebut sudah menjadi lumrah dan tidak tabu lagi.
saya membaca sebuah tulisan yang berasal dari wawancara dan analisa tentang sebuah Tim Impian [the dream team] yang akan menentukan nasib perusahaan perkebunan milik negara tersebut. berikut ini postingannya.
Tim Impian [the dream team]

ika seorang bos tetap pada pendiriannya disebut konsisten.
Jika anak buah tetap pada pendiriannya disebut kaku.
Jika bos sering berubah pendapat disebut fleksibel.
Jika anak buah sering berubah pendapat disebut plin-plan.
Jika bos bekerja lambat disebut teliti.
Jika anak buah bekerja lambat disebut malas.
Jika bos cepat mengambil keputusan disebut berani.
Jika anak buah cepat mengambil keputusan disebut grusa-grusu.
Jika bos melanggar prosedur dianggap penuh inisiatif.
Jika anak buah melanggar prosedur dianggap tidak tahu aturan.
Jika bos mengatakan sesuatu itu mudah dianggap optimistis.
Jika anak buah mengatakan mudah dianggap sok tahu.
Jika bos sering mengintertaint orang itu disebut lobby.
Jika anak buah melakukannya disebut pemborosan.


Minggu pagi di Kementerian BUMN. Beberapa rapat diadakan di sepanjang hari tanggal 26 Februari 2012 itu. Salah satunya membicarakan dibentuknya dream team di seluruh perusahaan perkebunan milik negara. Di hari Minggu seperti itu, di saat tidak ada tamu dan banyak telepon, pembicaraan bisa lebih fokus.
Seluruh calon direktur utama di 15 perusahaan perkebunan (PTPN I sampai XIV plus PT RNI) dihadirkan. Sesuai dengan komitmen pembentukan sebuah dream team (ada yang menginginkan istilah ini menjadi winning team), masing-masing calon direktur utama diminta mengajukan usulan. Khususnya siapa saja yang mereka pilih untuk menjadi direktur mendampingi dirinya. Menteri BUMN tidak lagi menunjuk begitu saja siapa menjadi direktur apa di perusahaan mana.
Kini, Menteri BUMN lebih banyak mendengar usulan dari sang calon dirut. Proses ini sudah dimulai oleh Menteri BUMN sebelum saya, Bapak Mustofa Abubakar. Sewaktu saya ditunjuk menjadi direktur utama PLN dua tahun yang lalu, saya diberi hak untuk memilih siapa saja yang akan menjadi direktur PLN untuk mendampingi saya.

Dengan cara seperti itu tim direksi BUMN bisa lebih solid. Ketidakcocokan antar direksi tidak terjadi. Konflik bisa dihindari. Pertengkaran bisa dicegah. Backing-backingan, sponsor-sponsoran, dan jegal-jegalan bisa terhindarkan. Dari sini bisa diharapkan untuk ke depan tidak akan banyak intervensi yang harus dilayani. Maka energi direksi yang dulu banyak terbuang untuk bertengkar bisa difokuskan untuk meningkatkan kinerja perusahaan.

Sambil melihat nama-nama yang diusulkan untuk menjadi direksi itu sebenarnya saya sekalian ingin melihat kemampuan para calon dirut itu dalam menyusun tim. Saya juga ingin melihat kemampuan mereka dalam memilih orang. Adakah unsur senang atau tidak senang. Adakah unsur pertemanan. Adakah unsur obyektivitas.
Kemampuan memilih orang adalah salah satu kunci sukses tidaknya seorang pemimpin. Seorang pemimpin puncak, di samping harus memenuhi syarat kapabilitas manajemen, juga harus dilihat kemampuannya dalam memilih orang. Seringkali terbukti bahwa tugas utama seorang pemimpin hanyalah bagaimana memilih orang yang tepat. Begitu berhasil memilih orang yang tepat seringkali tugas seorang pemimpin sudah selesai. Setidaknya sudah 80 persen selesai. Tapi begitu seorang pemimpin salah memilih orang, sang pemimpin tidak terbantu sama sekali, bahkan justru terbebani.

Saya ingin rapat Minggu pagi itu sekalian untuk membiasakan memilih orang secara terbuka. Meski masih terbuka-terbatas. Minimal diketahui bukan saja oleh saya, tapi juga oleh sesama calon direktur utama. Saya juga ingin seminimal mungkin bertanya. Bahkan saya tidak mengajukan nama calon sama sekali.
Nama-nama calon itu sudah ada di sebuah "gudang" calon direksi BUMN. Mereka adalah orang-orang yang selama ini sudah melewati proses seleksi calon direktur BUMN. Proses itu agak panjang. Mulai dari rekam jejak selama menjabat di BUMN, kesehatan, asesmen oleh lembaga asesmen independen, sampai ke fit and proper test. Nama-nama inilah yang diajukan kepada para calon direktur utama untuk dipilih dan "diperebutkan".

Ke depan, bisa saja setiap minggu ada fit and proper test atau asesmen yang dilakukan lembaga independen. Tapi sifatnya tidak lagi seperti dulu. Tidak akan ada lagi fit and proper test untuk jabatan direktur di PT X atau PT Y. Yang ada adalah fit and proper test untuk jabatan direktur. Bisa direktur apa saja dan di mana saja. Mereka yang sudah lulus fit and proper test itulah yang namanya dimasukkan dalam sebuah "gudang calon direktur". Isinya bisa puluhan atau ratusan. Dari berbagai sumber dan berbagai kompetensi. Kelak, para calon direktur utamalah yang akan memilih mereka. Seseorang yang sudah lulus fit and proper test bisa saja hanya sebentar berada di "gudang" itu. Bisa juga sangat lama. Tergantung apakah mereka cepat "laku" atau tidak.

Dengan cara ini maka tidak ada lagi keguncangan yang hebat di sebuah perusahaan BUMN. Selama ini, kalau di sebuah BUMN sudah ada beberapa manajer atas yang dipanggil untuk mengikuti fit and proper test, mulailah BUMN tersebut guncang. Sang manajer sudah merasa akan jadi direktur. Berarti akan ada direktur lama yang akan digusur. Mulailah terjadi perang urat-syaraf. Bahkan mulai menyusun barisan. Pengaruh-mempengaruhi. Bawahan menjadi terpolarisasi: mempertahankan direktur yang lama atau mendukung calon direktur yang baru. Proses ini kadang memakan waktu sampai satu tahun. Selama itu pula BUMN tersebut berada dalam suasana intern perang dingin.

Lebih dari itu. Ada pula fit and proper test palsu! Awal-awal saya menjadi menteri, ada beberapa orang dipanggil ke kementerian untuk menjalani fit and proper test. Saat itu mereka diberitahu fit and proper test tersebut untuk mengisi jabatan direksi di PT Bukit Asam. Mereka percaya karena fit and proper test tersebut dilakukan di sebuah ruang di Kementerian BUMN. Padahal di hari pelaksanaan fit and proper test itu saya sudah menandatangani SK pengangkatan direksi Bukit Asam yang definitif.

Ke depan tidal ada lagi fit and proper test untuk mengisi jabatan direksi di sebuah perusahaan tertentu. Yang ada adalah fit and proper test untuk mengisi "gudang" calon direksi BUMN.

Bisa dibayangkan betapa serunya rapat hari Minggu pagi itu. Jabatan direksi dibuka begitu saja untuk diperdebatkan. Nama-nama yang muncul dibahas mengenai tepat atau tidaknya. Integritasnya, antusiasmenya, kapabilitasnya. Ada nama yang dimunculkan kemudian ditarik kembali oleh yang mengusulkan. Ini karena dia tidak mau dinilai sebagai orang yang salah pilih.

Tentu, belum tentu cara ini paling ideal. Salah pilih bisa saja masih terjadi. Setidaknya tidak ada lagi salah pilih yang disengaja.

Kamis lalu hasil pembicaraan di hari Minggu pagi tersebut sudah diumumkan. SK sudah ditandatangani. Serah terima sudah dilakukan. Hanya saja tidak akan ada pelantikan. Pelantikan direksi baru kini ditiadakan agar BUMN lebih terasa korporasi. Direksi baru harus segera bekerja, bekerja, bekerja. Kadang menunggu waktu kosong untuk melakukan pelantikan membuang hari kerja beberapa minggu.
Dalam proses pembentukan dream team seperti itu, ada juga kelemahannya. Kadang seseorang yang secara individu sebenarnya hebat tidak berhasil masuk ke dalam tim. Seseorang yang sulit bekerja dalam sebuah tim, seseorang yang individualistisnya tinggi, dan seseorang yang memiliki potensi konflik biasanya tersisih dari organisasi yang mengutamakan kerja tim.

Dalam kehidupan sehari-hari saya sering melihat seseorang yang integritasnya luar biasa baik, kejujurannya luar biasa hebat dan disiplinnya sangat tinggi tersisih dari sebuah tim. Kesan yang muncul lantas sangat negatif: tersisih karena jujur. Atau orang-orang yang jujur sengaja disihkan. Orang-orang yang pintar sengaja tidak dipakai.

Karena itu untuk kebaikan semua pihak, saya berharap agar orang-orang yang jujur dan berintegritas tinggi bisa melengkapi dirinya dengan leadership. Agar semua orang jujur bisa masuk tim dan semua orang yang berintegritas tinggi bisa tampil memimpin. Sayang sekali kalau ada orang yang bersih tapi terlalu menyombongkan diri dengan kebersihannya. Akhirnya tercipta suasana seolah-olah hanya dia yang bersih. Apalagi kalau dia justru selalu menuduh orang-orang di sekitarnya tidak ada yang bersih.

Orang yang kaku biasanya sulit diterima dalam sebuah tim. Termasuk orang bersih sekali pun. Karena itu kita sangat memerlukan orang-orang yang bersih dalam jumlah yang banyak tapi juga bukan orang-orang yang kaku, yang sepertinya ingin masuk sorga sendirian.

Memang kaku atau fleksibel itu sangat nisbi. Simaklah SMS yang beredar luas ini:

Jika seorang bos tetap pada pendiriannya disebut konsisten.
Jika anak buah tetap pada pendiriannya disebut kaku.
Jika bos sering berubah pendapat disebut fleksibel.
Jika anak buah sering berubah pendapat disebut plin-plan.
Jika bos bekerja lambat disebut teliti.
Jika anak buah bekerja lambat disebut malas.
Jika bos cepat mengambil keputusan disebut berani.
Jika anak buah cepat mengambil keputusan disebut grusa-grusu.
Jika bos melanggar prosedur dianggap penuh inisiatif.
Jika anak buah melanggar prosedur dianggap tidak tahu aturan.
Jika bos mengatakan sesuatu itu mudah dianggap optimistis.
Jika anak buah mengatakan mudah dianggap sok tahu.
Jika bos sering mengintertaint orang itu disebut lobby.
Jika anak buah melakukannya disebut pemborosan.

Walhasil, santai sajalah!

waspadai third hand smoker

waspadai third hand smoker - REPUBLIKA- Penasehat Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), Hakim Sorimuda Pohan, mengingatkan para ayah perokok agar berhati-hati ketika menggendong anaknya. Apalagi, anaknya yang masih berusia balita. Secara tidak sengaja, sang ayah bisa menularkan penyakit pada anak.
Ia menyebutkan kini ada tiga jenis perokok yang ada. “ First hand smoker, second hand smoker dan third hand smoker,” kata Hakim di Jakarta, Rabu (2/11).
Soal perokok aktif dan pasif, menurutnya, itu sudah ‘pustaka’ lama. First hand smoker adalah perokok pertama. Orang ini merokok sehingga memasukkan sendiri racun ke dalam tubuhnya. Second hand smoker merupakan orang yang menghirup asap rokok. Yang mungkin jarang disadari yakni third hand smoker. Mereka ialah orang yang tidak merokok, tidak menghirup asap rokok tetapi berhubungan langsung dengan perokok. Baginya, ketiga jenis perokok ini memiliki akibat yang sama saja bahayanya.
Ia mencontohkan seorang ayah yang biasa merokok di kantor, ketika pulang langsung menggendong anaknya tanpa terlebih dahulu ganti baju atau cuci muka. Tanpa disadari, ayah tersebut telah menjadikan si anak sebagai third hand smoker.
“Ayah merokok di kantor, pulang tanpa berwudhu, cium si anak. Niatnya si mau sayang, tapi secara tidak sengaja ia malah memberikan racun pada anak,” ujar dia.
Ia menjelaskan, sisa-sisa nikotin bisa saja masih menempel di wajah atau baju ayah. Racun itu akan menguap dan terhirup melalui udara. “Ya seperti orang yang merokok kan nafasnya juga bau rokok,” katanya.
Jika kebetulan si anak mempunyai penyakit bawaan asma, dengan udara yang kotor, maka asma akan sulit disembuhkan. “Jadi kalau anak asma dan nggak sembuh-sembuh, cek saja siapa yang bawa racun ke rumah,” ujarnya sambil tersenyum.

aids merajalela di pulau dewata

Pihak Komisi Penanggulangan AIDS Bali mencacat dari Januari sampai Mei 2011 ditemukan kasus HIV dan AIDS sebanyak 395 kasus di seluruh wilayah Pulau Dewata.
Ketua Pokja Pencegahan Promosi dan Hubungan Masyarakat KPA Bali, Prof Mangku Karmaya mengatakan hal tersebut di Denpasar, Selasa. "Dengan bertambahnya kasus baru itu secara komulatif sejak tahun 1987 hingga sekarang total HIV/AIDS sebanyak 4.464 kasus," katanya.
Dia menjelaskan, rincian kasus yang terjadi selama tahun ini 167 kasus AIDS dengan jumlah korban meninggal 20 orang. Sedangkan kasus HIV sebanyak 228 dengan korban meninggal sejumlah tiga orang.
"Sehingga total jumlah korban meninggal akibat HIV dan AIDS selama 2011 sebanyak 23 orang," ujarnya menjelaskan.
Menurut data yang dimilikinya, tambah Karmaya, jumlah penderita penyakit mematikan itu masih didominasi oleh kaum laki-laki.
Dari jumlah seluruh kasus saat ini 4.464, sebanyak 3.054 adalah penderita HIV dan AIDS yang berjenis kelamin laki-laki. Sedangkan kaum hawa yang mengidap penyakit yang belum ditemukan obatnya sampai sekarang itu adalah sebanyak 1.410 orang.
"Berdasarkan kewargaan atau kebangsaannya pun beragam tidak hanya warga Indonesia yang mendominasi, namun ada juga warganegara asing yang menjadi penderita," katanya. Akan tetapi yang terbanyak adalah warganegara Italia sebanyak enam orang, disusul Amerika Serikat dengan lima orang penderita, kemudian Timor Leste sejumlah empat orang.

ide kebun, hingga meninggal tidak dishalatkan

Sebuah ide dan gagasan cemerlang disampaikan oleh Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Mahfud MD  agar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membangun Kebun Koruptor untuk menampung para pencuri uang negara tersebut, bahkan mantan politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu juga sempat berpikiran agar koruptor muslim yang meninggal tidak dishalatkan.

Mahfud menilai, hal itu sebagai hukuman yang pantas sebab koruptor merupakan penjahat besar yang tindakannya menyengsarakan rakyat karena hanya mementingkan diri sendiri. Sehingga jenazah para koruptor itu tak layak lagi untuk dishalatkan sebagai ritual agama.

“Usul itu (koruptor muslim meninggal tak usah dishalatkan) pernah disampaikan dan didukung para ulama, tapi orang tetap pesimis. Sebab, nanti para koruptor itu bisa menyuap orang agar kalau mati dishalatkan,” kata Mahfud, Senin (28/11/2011).

Karena itulah, setelah berpikir keras, bahkan sempat putus asa untuk memberikan hukuman yang cocok buat koruptor, mantan Menteri Pertahanan itu kemudian menemukan ide gila tentang dibentuknya kebun koruptor dan tidak menshalatkan para koruptor itu. “Dipermalukan saja, bagaimana kalau kita membangun kebun koruptor saja. Isinya para koruptor yang bisa dilihat sebagai objek rekreasi bagi anak-anak sekolah,” tuturnya.

Hanya saja, Mahfud mengaku usul mengenai kebun koruptor itu sebenarnya diungkapkan secara bercanda saja di hadapan puluhan siswa SMA dalam sebuah acara di gedung Djoeang Menteng Jakarta Pusat. Tapi, ternyata ide tersebut mendapat dukungan penuh dari para peserta acara itu, yang juga mengaku geregetan dengan para koruptor. Ia menyadarai, usul itu lebih menghukum koruptor.

“Makanya, tentu saya tak perlu mengusulkan resmi ke KPK. Sebab, itu (ide, Red) hanyalah bagian improvisasi dari sambutan saya yang isinya (sambutan) dalam acara itu lebih serius,” tegas Mahfud, dimuat Sumut Pos.

Sementara itu, Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Din Syamsudin, sangat mengapresiasi ide tersebut. Menurutnya, ide yang dilontarkan mantan anggota Komisi III DPR itu cukup menarik untuk dipertimbangkan.

“Itu menarik ya, belakangan ini dia (Mahfud, Red) selalu tampil dengan diksi menggelitik yang selalu saya setuju, walaupun pada akhirnya saya pikir kalau hanya sekadar kebun terkesan terlalu enak,” ujarnya, usai menghadiri sebuah diskusi, di kantor PP Muhammadiyah.

Karena, lanjut Din, kebun itu dikenal sebagai tempat tanaman atau pohon yang rindang, yang setiap pengunjung bisa menikmati kerindangan tersebut atau sekadar berteduh di bawahnya (pohon, Red). Sehingga usulan tema kebun itu serasa masih positif.

”Walau tidak dikaitkan denga kebun binatang, tema kebun itu masih terkesan positif. Tetapi, pada prinsipnya saya setuju usulan itu. Jadi nanti kan bisa menjadi tempat rekreasi, sehingga waktu hari raya Idul Fitri banyak orang yang kesana (kebun koruptor) untuk menikmati pemandangan sekaligus bersilaturrahmi,” candanya, sembari tersenyum.

Din mengaku, pihaknya cukup paham maksud Ketua MK dengan mengusulkan ide tersebut.*