Showing posts with label Dunia Islam. Show all posts
Showing posts with label Dunia Islam. Show all posts

Ketegasan JK di Depan 700 Pendeta

JK.
#mbn-repost salamonline.com, Wakil Sekjen Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI), Ustadz Fahmi Salim mengisahkan cerita dari Jusuf Kalla (JK) ketika memimpin rapat Dewan Masjid Indonesia (DMI) pada Jum’at (1/3/2013) terkait isu intoleransi umat Kristen di Indonesia.

“Saya dengar cerita ini, karena saya ikut rapat DMI,” ungkap Ustadz Fahmi menjelaskan konfirmasi sumber cerita tersebut kepada arrahmah.com beberapa waktu lalu.

Setelah Maghrib pada hari tersebut, mantan Wakil Presiden RI yang sekarang menjadi Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia ini bercerita bahwa dia baru saja berceramah di hadapan 700 pendeta di Makassar dalam rangka Konferensi Gereja.

Dalam sesi tanya jawab, ada salah seorang peserta konferensi yang bertanya tentang gereja di Yasmin Bogor. Menjawab pertanyaan tersebut, Jusuf Kalla menuturkan bahwa umat Kristiani sudah memiliki 56 ribu gereja di seluruh Indonesia dan tidak ada masalah, seharusnya berterima kasih.

“Selain itu pertumbuhan gereja di Indonesia lebih besar daripada masjid. Lalu kenapa urusan 1 gereja ini disampaikan oleh umat Kristiani ke seluruh dunia?” tanyanya retoris.
Jusuf Kalla melanjutkan bahwa toleransi itu harus dari kedua belah pihak. Artinya dari umat Kristiani pun harus toleran. “Apa salahnya pembangunan dipindah lokasi sedikit saja? Tuhan tidak masalah kamu mau doa di mana. Izin membangun gereja bukan urusan Tuhan, tapi urusan walikota,” jawab JK dengan nada yang tinggi.
Peserta lainnya pun bertanya, “Mengapa kantor-kantor mesti ada masjid?” Dengan tegas JK menjawab, “Justru ini dalam rangka menghormati Anda. Jum’at kan tidak libur, Anda libur hari Minggu untuk kebaktian. Anda bisa kebaktian dengan 5 kali shift, (sedangkan) ibadah Jum’at cuma sekali. Kalau Anda tidak suka ada masjid di kantor, apa Anda mau hari liburnya ditukar, Jum’at libur, Minggu kerja. Pahami ini sebagai penghormatan umat Islam terhadap umat Kristen,” jelasnya.

Seperti diketahui, cerita dari Jusuf Kalla ini juga sudah banyak tersebar melalui Black Berry Messenger dan menjadi perhatian umat Islam Indonesia. Bagaimana yang lainnya dalam konteks ini? Bisakah minimal setegas Jusuf Kalla? Sumber: arrahmah.com -salam-online-mbn

Tweet produsen kondom Durex di kecam

mbn. repostfrom salam-online.com Promosi kondom Durex Indonesia di akun resminya  mengundang reaksi keras karena dinilai menjerumuskan dan merusak moral bangsa.
“Sex party itu sebenarnya bisa jadi ajang buat nyari jodoh loh lovers.”  Tulisan ini terpampang jelas di lini massa  akun resmi produsen kondom Durex Indonesia, @Durex_Love.
Aktivis sosial Fahira Fahmi Idris melalui akun @fahiraidris menulis: “Jualan kondom silahkan, tapi jangan ngajari budaya yang gak bener. Kamu Jualan Kondom / Mau Merusak Moral Bangsa?”
Mendapat reaksi keras dari putri politisi Fahmi Idris itu, admin @Durex_Love langsung menyatakan meminta waktu khusus untuk berdiskusi dengan Fahira Idris. “Saya mau tabayun, kita diskusi baik-baik,” tulis @Durex_Love.
“Jumat tolong siapkan waktu ya buat saya, mau diskusi dengan perusahaan anda,” tulis @fahiraidris.
Fahira Idris pun menjelaskan: ” Saya cuma mau kasih tau, bahwa nyari jodoh itu gak perlu pakai kondom !!”
Pada 29 April 2013, secara panjang lebar @Durex_Love mengupas fenomena sex party. “Sex party kelihatannya seru dan menggairahkan di dalam fantasi, fakta dan kenyataannya belum tentu semua siap dengan resikonya. Fantasi melakukan atau terlibat dalam sebuah kegiatan pesta seks, bukan hal yg mengejutkan. Banyak yg memimpikannya,” tulis @Durex_Love
Front Pembela Islam (FPI) menilai akun Twitter kondom Durex (@Durex_Love) yang mengajak sex party telah merusak generasi bangsa Indonesia.
“Ajakan party sex itu ajakan kemaksiatan dan merusak generasi bangsa Indonesia. Semua agama akan menolak ajakan itu,” kata  Ketua Bidang Dakwah dan Hubungan Lintas Agama DPP Front Pembela Islam (FPI) Habib Muhsin Ahmad Alatas kepada itoday, Rabu (1/5/2013).
Kata Habib Muhsin, sosialisasi menggunakan kondom untuk mencegah penyakit Aids itu bohong. “Sosialisasi menggunakan kondom itu justru mengajak perzinahan. Umat Islam sangat menolak cara-cara pencegahan Aids dengan kondom,” ungkap Habib Muhsin.
Habib Muhsin juga mengatakan, tidak ada jaminan orang yang menggunakan kondom akan terhindar dari Aids ataupun penyakit kelamin.
Habib Muhsin meminta dalam upaya mencegah penyakit Aids moral agama yang harus dikedepankan. “Moral agama dapat mencegah kemaksiatan. Saat ini tugas kita untuk mengajak generasi muda untuk berbuat baik dan terhindar dari berbagai kemaksiatan,” papar Habib Muhsin.
Selain itu, Habib Muhsin mengatakan, ideologi liberal juga merusak bangsa Indonesia termasuk ajakan dari sex party. “Orang-orang liberal itu menganggap pesta seks itu tidak masalah. Padahal sangat berbahaya bagi bangsa Indonesia,” pungkasnya.
Sementara itu akun Twitter kondom Durex mengakui kelalaian dengan menulis ajakan untuk sex party. “Mohon maaf kepada seluruh followers, ada kesalahan di dalam tweet kami. #durexsexlife,” tulis @Durex_Love.
Fahira Idris-2-jpeg.image
Fahira Idris
Durex juga mengatakan sex party untuk dijadikan mencari jodoh mempunyai risiko tinggi. “Maksudnya adl: sex party seringkali dijadikan ajang mencari jodoh. Risikonya tinggi! Sudah dipikirkan belum?! #durexsexlife,” tulis Durex.
Durex mengaku bertanggungjawab secara moral untuk memberikan pendidikan seks yang benar.
“@Durex_Love memiliki tanggung jawab penuh secara moral utk memberikan pendidikan seks dan relationship yg sehat dan benar. Tidak menyimpang,” kicau Durex.
Itulah, kalau berpromosi dan berkicau, pikir dan pertimbangkan dulu, apakah sudah benar? Benar bukan menurut kita, tapi benar menurut  tuntunan Allah dan Rasul-Nya. (sumber: itoday), salam-online

Piagam Jakarta; 'penghiatan sejarah' buat ummat islam

mbn, repostform:salam-online.com. Tanggal 22 Juni adalah hari yang bersejarah. Piagam Jakarta ditandatangani. Inti dari Piagam Jakarta adalah pelaksanaan syariah Islam bagi kaum Muslimin—sebagai ganti republik ini belum menjadikan Islam sebagai Dasar Negara.
Tetapi, setelah itu kenyataan berbicara lain. Tanggal 17 Agustus  1945 yang merupakan hari gembira bagi bangsa Indonesia karena diproklamirkannya kemerdekaan, namun sehari setelah proklamasi, 18 agustus 1945, adalah hari kelam bagi Umat Islam Indonesia.  Pada hari itu kesepakatan antara umat Islam dengan kelompok nasionalis dan Non-Muslim dikhianati.
Tujuh kata yang menjamin penegakan syariat Islam  di Indonesia dihapus. “Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya” berganti menjadi “Ketuhanan yang Maha Esa”.
Dengan penghapusan ini, pembukaan konstitusi yang tadinya disebut sebagai Piagam Jakarta pun berubah drastis. Sebelumnya, para wakil kelompok Islam yang menjadi anggota Dokuritsu Zyumbi Tyioosaki atau Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) berusaha keras menjadikan Islam sebagai Dasar Negara.
Perdebatan alot terjadi sehingga lahirlah kompromi berupa Piagam Jakarta. Islam tidak menjadi dasar Negara, namun kewajiban bagi para pemeluknya diatur dalam kontitusi.
BPUPKI kemudiaan menetapkan Piagam Jakarta pada tanggal 22 Juni 1945. Naskah tersebut di tetapkan sebagai Mukaddimah UUD.
Pada tanggal 7 Agustus BPUPKI berubah menjadi PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia)  yang di ketuai oleh Soekarno. Piagam Jakarta bertahan sebagai Mukaddimah  UUD hingga 17 Agustus 1945, karena selang sehari kemudian dipersoalkan oleh golongan Kristen, yang selanjutnya dibantu para pengkhianat.  Padahal A.A Maramis  yang menjadi wakil Kristen di PPKI sudah setuju dengan piagam tersebut dan ikut menandatangani.
Rekayasa Politik
suasana sidang Pembahasan Piagam Jakarta
Kronologi penghapusan Piagam Jakarta cukup misterius. Pada tanggal 18 Agustus Moh. Hatta mengaku ditemui oleh seorang perwira angkatan laut jepang. Katanya, opsir itu menyampaikan pesan berisi “ancaman” dari tokoh Kristen di Indonesia timur. Jika tujuh kata dalam Sila Pertama pembukaan (Ketuhanan, dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya) tidak dihapus, mereka akan memisahkan diri dari Indonesia merdeka.
Hatta dan Soekarno, yang memang termasuk kelompok sekuler, kemudian membujuk anggota PPKI dari kelompok Muslim untuk menyetujui penghapusan tujuh kata itu. Di antara mereka hanya Ki Bagus Hadi Kusumo yang bersikeras tak mau. Menurut Ki Bagus, itu berarti mencederai gentlemen agreement (Kesepakatan di antara para pria terhormat) yang sudah mereka sepakati bersama. Soekarno dan Hatta kemudian menyuruh Tengku Moh. Hassan (anggota PPKI dari Aceh) dan Kasman Singodimedjo (Anggota Muhammadiyah seperti Ki Bagus) untuk membujuk Ki Bagus. Kasman-lah yang berhasil meyakinkan, terutama dengan janji syariat Islam akan masuk kembali dalam dalam konstitusi daerah setelah MPR terbentuk enam bulan kemudian. Dan, kenyataannya, Soekarno ingkar janji. Para pemimpin Islam kena tipu mulut manisnya Soekarno. Jadi, kelak, itulah salah satu alasan utama yang melatarbelakangi timbulnya perjuangan DI-TII pimpinan Kartosuwirjo.
Kelak Kasman sangat menyesali peran dalam penghapusan tujuh kata tersebut. Ternyata hal tersebut berujung pada nasib tragis umat Islam di Indonesia yang mayoritas tetapi tidak boleh menjalankan syariat di dalam negeri sendiri.  Kabarnya, Kasman Singodimedjo, selalu menangis jika teringat perannya membujuk Ki Bagus.
Misteri Opsir Jepang
Pertanyaan pertama dan kedua agak sulit dijawab. Sampai wafatnya, Hatta tak pernah  membuka mulut siapa pemberi dan penyampai pesan itu. Ia mengaku lupa (atau pura-pura lupa, ada juga dugaan itu fiktif, red) siapa nama opsir jepang tersebut. Ada beberapa spekulasi yang menyebut bahwa pemberi pesan itu adalah dr. Sam Ratulangi, tokoh krsten dari Sulawesi utara. Kini namanya diabadikaan sebagai nama universitas di Manado.
Artawijaya, dalam Peristiwa 18 Agustus 1945: “Pengkhianatan Kelompok Sekuler Menghapus Piagam Jakarta”, menguraikan beberapa teori yang mungkin bisa menjawab pertanyaan di atas. Pertama,  soal Opsir Jepang, Artawijaya mengambil teori Ridwan Saidi, seperti dikutip dari Dr Sujono Martoesewojo dkk, dalam bukunya “Mahasiswa ’45 Prapatan 10”. Menurut Ridwan, anggapan bahwa ada opsir jepang yang datang ke rumah Hatta  pada petang hari tanggal 18 Agustus 1945 kemungkinan karena kesalahpahaman saja. Iman Slamet, mahasiswa kedokteran yang menemani Piet Mamahit menemui Hatta memang berpostur tinggi, rambut pendek, mata sipit, dan suka berpakaian putih-putih. Iman Slamet inilah yang kemungkinan dikira Opsir Jepang oleh Hatta. (Ini aneh.  Jika betul Hatta mengira Slamet sebagai opsir Jepang, apa dia, Hatta, tidak bertanya tentang Slamet, kenapa bisa langsung menyimpulkan sebagai opsir Jepang?)
Lalu untuk apa para mahasiswa itu mendatangi Hatta? Menurut penelitian Artawijaya, pada saat proklamasi 17 agustus 1945 dibacakan di jalan Pegangsaan 56, Jakarta, tak ada satu pun tokoh Kristen yang hadir dalam peristiwa bersejarah itu. Seharusnya, dalam suasana kemerdekaan dan untuk menunjukkan rasa persatuan, mereka hadir dalam acara tersebut.
Kenapa tokoh Kristen tak menghadiri acara penting dan sangat bersejarah itu?
Menurut Artawijaya, para aktivis Kristen tengah sibuk kasak-kusuk melakukan konsolidasi dan lobi lobi politik untuk meminta penghapusan tujuh kata dalam piagam Jakarta. Kesimpulan ini didasarkan pada pernyataan Soekarno yang mengatakan bahwa malam hari usai proklamasi kemerdekaan RI, ia mendapat telepon dari sekelompok mahasiswa Prapatan 10, yang mengatakan bahwa siang hari pukul 12.00 WIB (tanggal 17 Agustus), tiga orang anggota PPKI asal Indonesia timur, dr Sam Ratulangi, Latuharhary, dan I Gusti Ketut Pudja mendatangi asrama mereka dengan ditemani dua orang aktivis mahasiswa. Mereka keberatan dengan isi Piagam Jakarta. Kalimat dalam Piagam Jakarta, bagi mereka, sangat menusuk perasaan golongan Kristen.
Pada saat itu Latuharhaary sengaja mengajak  dr. Sam Ratulangi, I Gusti ketut Pudja, dan dua aktivis asal Kalimantan timur, agar seolah-olah suara mereka mewakili masyarakat Indonesia wilayah timur. Mereka juga sengaja melempar isu ini ke kelompok mahasiswa yang memang mempunyai kekuatan menekan, dan mengharap isu ini juga menjadi tanggung jawab mahasiswa.
Kelompok mahasiswa lalu menghubungi Hatta, yang kemudian mengundang para mahasiswa untuk datang menemuinnya pukul  17.00 WIB. Hadir dalam pertemuan itu aktivis Prapatan 10, Piet Mamahit dan Iman Slamet.
Setelah berdialog Hatta kemudian menyetujui usul perubahan tujuh kata dalam Piagam Jakarta. Setelah dari Hatta malam itu juga para mahasiswa menelpon Soekarno untuk menyatakan keberatan dari tokoh Kristen Indonesia timur.
Tokoh dimaksud adalah dr. Sam Ratulangi yang sebelumnya mendatangi kelompok mahasiswa Prapatan pada pukul 12.00 WIB, tanggal 17 agustus 1945. Ratulangi meminta mereka untuk terlibat dalam penghapusan tujuh kata dalam Piagam Jakarta. Kemudian mahasiswa itu menghubungi Hatta, dan Hatta mengatur pertemuan pada sore harinya.
Berdasarkan fakta tadi maka keterangan Hatta soal adanya pertemuan dengan Opsir Jepang, yang ia lupa namanya, diragukan. Karena itu dalam sebuah diskusi tentang piagam Jakarata, Ridwan Saidi mengatakan, Dengan segala hormat saya pada Bung Hatta, dia seorang yang bersahaja, tapi dalam kasus piagam Jakarta saya harus mengatakan bahwa ia berdusta.
Sejarawan Ridwan Saidi

Penelitian Ridwan Saidi dikuatkan dengan sebuah buku yang diterbitkan di Cornell University AS, yang mengatakan bahwa dalang di balik sosok misterius opsir Jepang adalah dr. Sam Ratulangi, yang disebut dalam buku itu sebagai an astune Christian politician from Manado, north Sulawesi (Seorang politisi Kristen yang licik dari Manado, Sulawesi Utara).
Jadi, menurut teori Ridwan Saidi, Hatta menyembunyikan fakta bahwa yang ia temui bukanlah seorang opsir Jepang. Bisa jadi yang ia temui dan disangka Opsir Jepang adalah mahasiswa, Iman Slamet, yang fisik dan pakaiannya mirip orang jepang. Sementara tokoh Indonesia timur yang membawa pesan itu adalah dr. Sam Ratulangi. (Tapi andai pun benar opsir Jepang, memangnya kenapa, tetap tak ada juga alasan untuk berkhianat, red).
Kaum Islamfobia
Pendek cerita, tujuh kata itu dihapus. Namun tak hanya itu, beberapa perubahan terkait peran Islam dalam kontitusi juga danulir.  Terkait pertanyaan ketiga, benarkah Indonesia Timur yang mayoritas Kristen tak akan melepaskan diri setelah penghapusan tujuh kata Piagam Jakarta?
Sejarah kemudian membuktikan, kawasan yang menjadi modal klaim kelompok Kristen itu ternyata tetap berusaha melepaskan diri dari naungan NKRI—meskipun tujuh kata sebagai pengorbanan umat Islam itu sudah dihapus. Tapi, walaupun umat Islam (khususnya para pimpinan dan toloh Islam) kala itu sudah dikhianati, dikadalin dan ditipu, berikutnya tak jua mengambil pelajaran dari pengalaman pahit ini!
Pemberontakan RMS di Maluku dan Permesta di Sulawesi Utara membuktikan, tanpa tujuh kata tentang Syariat Islam pun, kelompok Kristen memang tak betah bernaung di bawah NKRI. Kelak kebencian itu menggelora lagi di kawasan yang sama. Sekian abad dimanja Belanda sebagai warga kelas satu membuat kelompok Kristen tak sudi dipimpin oleh Muslim.
Faktanya lagi, pada saat bangsa Indonesia masih berpegang teguh pada UUD 1945 (hasil perubahan yang memenuhi aspirasi kelompok Kristen), toh orang-orang Kristen dan Katolik dari Timur itu ternyata tetap sangat kuat keinginannya untuk  melepaskan diri dari Indonesia. Munculnya gerakan RMS, FKM, Kongres Papua, Papua Merdeka, adalah sebagai bukti. Demikian pula, peristiwa Ambon dan Poso yang dilatarbelakangi  rebutan posisi politik lokal menunjukkan sinyalemen tersebut.
Yang terjadi pada tanggal 18 Agustus 1945 betul-betul tragedi hitam bagi umat Islam yang berbuntut panjang di masa depan. Umat Islam tertipu atau ditipu, dikhianati dan dibohongi! Tapi, sayangnya, dalam banyak peristiwa umat Islam negeri ini masih juga tak mengambil pelajaran dari pengalaman sebelumnya. Kerap gagap, kegigit lidah dan mudah jadi pecundang! Atau mengalah demi toleransi yang padahal golongan lain (yang minoritas) itu pun tak pernah mau bertoleransi dengan umat yang mayoritas ini.
Sebagai contoh, umat Islam ingin melaksanakan ajarannya sendiri yang diatur melalui Piagam Jakarta, lantas apa urusannya kelompok lain keberatan? Kenapa mereka menolak umat Islam untuk melaksanakan syariat yang diatur dengan aturan yang dibuat sendiri oleh umat Islam?   Begitu pula dengan sejumlah Perda yang mengatur umat Islam, kenapa harus sewot jika kaum Muslimin melaksanakan ajarannya sesuai ketentuan dalam Perda itu?
Belakangan, ketika sejumlah Perda yang mengatur pelaksanaan syariah untuk umat Islam muncul, kelompok yang dulu menolak Piagam Jakarta, termasuk kaum sekuler dan liberal saat ini, kembali sewot! Padahal, Soekarno sendiri dalam dekritnya, 5 Juli 1959, jelas-jelas menyatakan bahwa Piagam Jakarta menjiwai UUD ’45. Jadi, jika sekarang umat Islam mengatur dirinya melalui Perda Syariah, itu sah-sah saja, dan sangat sesuai dengan UUD ’45, karena Piagam Jakarta itu menjiwai UUD.
Itu, baru segitu, kelompok yang sebenarnya tidak benar-benar berjuang untuk Indonesia merdeka (karena mereka lebih suka dipimpin penjajah yang ideologinya sama), mereka sudah sewot dan menusuk dari belakang. Nah, bagaimana jika umat Islam negeri ini menggugat dan menagih janji diberlakukannya Piagam Jakarta atau Dasar Negara yang berdasarkan Islam, sebagaimana janji Soekarno?
Sebab, walau bagaimanapun, umat mayoritas ini berhak merealisasikan Piagam Jakarta—lantaran penghapusan tujuh kata dan pengebirian kesepakatan lainnya dalam UUD 45 itu adalah tidak sah. Piagam Jakarta itu sudah disepakati dan disahkan pada 22 Juni 1945, dan golongan Kristen, AA Maramis pun sudah tanda tangan!
Jadi, jika Perda-perda Syariah itu dijalankan, sah-sah saja dan merupakan hak umat Islam sebagai bagian pelaksanaan Piagam Jakarta. Sedang penghapusan tujuh kata itu dilakukan secara sepihak tanpa melibatkan wakil-wakil Islam yang bersama-sama kelompok nasionalis-sekuler dan wakil dari golongan Kristen menandatangani Piagam Jakarta pada 22 Juni 1945.
Karenanya, sekali lagi, penghapusan tujuh kata itu tidak sah. Dengan demikian, Piagam Jakarta itu sampai sekarang tetap berlaku. Apalagi disebutkan,  UUD 45 itu dijiwai oleh Piagam Jakarta. Sementara Dasar Negara Islam yang dijanjikan belum jua diberlakukan, karena pengkhianatan, pembohongan dan penipuan yang dilakukan terhadap umat Islam.
(Disunting dan diperbarui kembali oleh salam-online.com dari Majalah An-Najah Edisi 72)

Membantu Keluarga Mujahid Jangan Dianggap Membantu Teroris

JAKARTA (voa-islam.com) - Anggota Kompolnas Prof. Dr. Bambang Widodo Umar, mengungkapkan dampak tidak jelasnya definisi teroris, dikhawatirkan semakin merugikan apalagi saat ini telah disahkan Undang-Undang Pendanaan Terorisme.

Ia berharap mereka yang membantu keluarga terduga, jangan sampai juga dianggap membiayai terorisme.
“Kalau mereka solidaritas untuk membiayai saudaranya atau keluarganya jangan dicap teroris. Ini karena ketidakjelasan batasan teroris akhirnya melebar-lebar. Kita cegah itu jangan sampai ke sana. Polisi harus memperjelas batasan terorisme di Indonesia,” kata alumnus PTIK yang lulus tahun 1978 itu kepada wartawan, Jum’at (15/2/2013).
...Kalau mereka solidaritas untuk membiayai saudaranya atau keluarganya jangan dicap teroris...
Selain itu, Bambang juga menyayangkan sikap Densus 88 yang menembak mati 7 orang pada awal Januari lalu di Makassar, Dompu dan Bima, dimana satu diantaranya hingga kini belum dikembalikan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
“Kita malah bertanya-tanya, kenapa tidak dikembalikan? Siapa dia itu? Sudah ditembak mati, keluarganya tidak tahu, asal tembak saja,” tuturnya.
Menurutnya polisi harus patuh hukum dan tindakan Densus 88 yang langsung tembak terhadap terhadap terduga jelas tak boleh dilakukan.
“Ada faktor politik dan faktor hukum yang tumpang tindih. Menggunakan polisi sudah betul tapi tindakan polisi juga harus patuh hukum. Tembak dulu itu tidak boleh, harus jeli, mereka punya intelijen kok. Lakukan penangkapan dengan cara yang benar,” tutupnya. 
[Ahmed Widad]

Ramadhan, Israel Kembali Racuni Tahanan Palestina


Entah kejahatan apa yang belum pernah dilakukan Zionis Israel. Di bulan Ramadhan saja, ketika umat Islam berpuasa, Israel malah meracuni tahanan melalui makanan.

Sebanyak empat puluh tahanan Palestina dalam penjara Israel diracuni pada hari Ahad (7/8). Demikian kata Menteri Urusan Tahanan Issa Qaraqe mengutip pernyataan para tahanan Palestina.

Para tahanan di penjara Negev itu menderita mual, kemudian muntah dan diare. Tiga orang dilaporkan dalam kondisi kritis, karena mereka juga memiliki riwayat penyakit jantung. Sementara pihak pengelola penjara tidak segera memberikan bantuan medis.

Para tahanan sengaja dibiarkan tidak diberi makanan yang cukup, termasuk untuk berbuka dan sahur di bulan Ramadhan ini. Akibatnya mereka terpaksa membeli makanan ke kantin yang ternyata adalah makanan-makanan kadaluarsa. Tahanan seperti Amjad Abu Latifah, menuding pihak berwenang Zionis sengaja meracuni mereka dengan cara menyediakan makanan-makanan kadaluarsa di kantin-kantin itu.

Insiden keracunan seperti ini telah terjadi dua kali dalam dua bulan terakhir. Modusnya juga sama. Bulan lalu (11/7), lebih dari 20 tahanan Palestina di penjara padang pasir itu juga keracunan.[AN/bsb]

Taliban Tembak Jatuh Heli NATO, 31 Tentara AS Tewas


Taliban Tembak Jatuh Heli NATO, 31 Tentara AS Tewas - Taliban menembak jatuh sebuah helikopter NATO di Afghanistan Selatan, Sabtu (6/8). Serangan paling mematikan sepanjang perang 10 tahun terakhir itu menewaskan 31 tentara AS dan 7 tentara koalisi Afghanistan.

Helikopter berjenis Chinook itu sedang dalam operasi anti-Taliban yang dilancarkan pada Jumat malam waktu setempat. Sebuah roket yang diluncurkan gerilyawan Taliban mengakhiri riwayatnya beserta 38 tentara kolaisi di dalamnya. Pasukan itu diberitakan sedang tinggal landas di provinsi Wardak, sebelah barat daya Kabul, ibu kota Afghanistan, untuk kembali dari operasi.

Jumlah korban tewas itu disebutkan dalam satu pernyataan kantor Presiden Afghanistan Hamid Karzai. Tetapi Pasukan Bantuan Keamanan Internasional (ISAF) pimpinan NATO belum segera memberikan konfirmasi.

"Presiden Republik Islam Afghanistan menyampaikan rasa simpati dan duka mendalam kepada Presiden AS Barack Obama dan keluarga para korban," demikian bunyi pernyataan itu.

Sementara itu, pihak Pentagon masih menolak berkomentar mengenai penyebab dan jumlah tentara tewas dalam insiden itu. Sejumlah berita masih menyebutnya sebagai “kecelakaan tunggal.” [AN/bsb]

100 Ribu Lebih Jama'ah Lanjut Usia Shalat Jum'at di Al-Aqsha


Walau diblokade oleh Zionis Israel dan para pemuda dilarang masuk, lebih dari 100 ribu jamaah berhasil menunaikan shalat Jum'at pertama di bulan Ramadhan di Masjid Al-Aqsha, kemarin (5/8). Mereka adalah orang-orang tua yang usianya 50 tahun ke atas. Bagi muslim yang berusia kurang dari 50 tahun, Israel melarang mereka masuk ke masjid yang pernah disinggahi Rasulullah dalam Isra'nya itu.

Para jamaah berdatangan dengan menggunakan bus dan berbagai kendaraan lainnya. Mayoritas jamaah berasal dari kota Al-Quds dn sekitarnya yang masuk ke dalam wilayah jajahan 48. Shalat Jum'at pertama di bulan Ramadhan itu berjalan khusyu' meskipun di bawah pengawasan polisi-polisi Zionis yang disebar di sekeliling Masjid Al-Aqsha sejak pagi buta.

Para polisi itu juga ditugaskan untuk menghadang para pemuda agar tidak masuk. Akibatnya, ribuan warga Palestina yang umurnya kurang dari 50 tahun berdesak-desakan di pintu perlintasan Qalandia. Sebelumnya, mereka mendapatkan pengumuman bahwa pemerintah Israel mengijinkan shalat jum'at pertama di bulan Ramadhan. Namun, janji itu tidak terbukti. [AN/IP]

Pengungsi Muslim Somalia Kelaparan, Sampai Tak Ada Makanan Sahur dan Berbuka


Bersyukurlah jika Anda telah merasakan nikmatnya berbuka di hari pertama Ramadhan, kemarin (1/8). Apalagi biasanya banyak keluarga yang menghidangkan beraneka makanan. Demikian pula sahur dua hari ini. Namun, tidak demikian dengan yang dirasakan pengungsi Somalia.

Ramadhan ini, puluhan ribu muslim Somalia masuk dalam fase kelaparan terburuk dalam satu generasi. Di Kenya, negara tetangga yang menjadi tempat pengungsian, mereka kelaparan sejak pertama kali menginjakkan kaki di sana.

"Hari ini adalah hari terburuk yang pernah saya hadapi. Semua keluarga saya lapar dan saya tak punya apa-apa untuk memberi makan mereka," kata seorang pengungsi Muhammad Abdullah.

"Saya tak punya sedikitpun makanan untuk sahur dan berbuka puasa," kata pengungsi lain Nur Ahmad. Ahmad adalah seorang ayah yang memiliki enam orang anak di Badbado, sebuah kamp bagi orang-orang Mogadishu. Istrinya telah lebih dulu meninggal setahun yang lalu.

Sebagian pengungsi bahkan tanpa "sengaja" berpuasa satu sampai dua pekan tanpa berbuka karena tidak adanya makanan yang bisa mereka peroleh.

PBB mengatakan lebih dari 11 juta orang di Tanduk Afrika membutuhkan bantuan pangan. Sebanyak 2,2 juta memerlukan bantuan di wilayah selatan-tengah Somalia. [AN/Rpb]

Hari Pertama Ramadhan, Israel Tembak Mati 2 Warga Palestina


Kesucian Ramadhan di Palestina dinodai zionis Israel. Dua orang warga Palestina gugur ditembak pasukan penjajah Zionis Israel di awal Ramadhan hari pertama, Senin (1/8).

Dalam aksi penyerbuan dan penggerebegan di kamp pengungsi Qalindia di Ramallah itu tentara-tentara Israel memuntahkan peluru secara sporadis. Akibat tembakan membabi buta itu, Mu’tashim Isa Adwan (22) terkena peluru di kepalanya dan gugur tidak lama kemudian.

Korban kedua yang jatuh adalah seorang warga yang tertembak di perutnya. Ia gugur ketika dalam perjalanan menuju rumah sakit Ramallah.

Dalam penyerbuan yang berlangsung beberapa jam itu Israel menangkap dua pemuda yang diklaim sedang diburunya. Keduanya adalah Aiman Khatib dan Anas Munashira. Dengan dalih memburu dua pemuda itulah serdadu-serdadu Israel menembak membabi buta hingga mengakibatkan dua warga gugur dan lainnya luka-luka.

Menanggapi aksi biadap itu, juru bicara Hamas Sami Abu Zuhri menegaskan bahwa hal itu mencerminkan bentuk kejahatan dan eskalasi brutal Israel terhadap rakyat Palestina, yang seharusnya memicu diaktifkannya perlawanan di Tepi Barat untuk melindungi rakyat Palestina.

Abu Zuhri juga menyebutkan kejahatan Israel yang bertepatan dengan awal puasa Ramadhan ini menegaskan karakter asli Israel yang keji dan tidak menghormati perasaan kaum muslimin. [AN/bsb]

Iran Tembak Jatuh Pesawat Intelijen AS


Iran Tembak Jatuh Pesawat Intelijen AS - Garda Revolusi Iran menembak jatuh sebuah pesawat intelijen Amerika Serikat, yang berupaya mengumpulkan informasi tentang lokasi pengayaan uranium bawah tanah. Pesawat tanpa awak itu ditembak jatuh di provinsi Qom. Demikian dilaporkan media resmi pemerintah Iran Irib, Rabu (20/7).

Seorang anggota Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Parlemen Iran, Ali Aqazadeh Dafsari, mengatakan, bahwa pesawat intelijen itu terbang di dekat instalasi pengayaan uranium Fordo di Propinsi Qom. Kemudian angkatan udara Iran menembaknya hingga jatuh.

Menurut Dafsari, pesawat itu tengah menjalankan misi mengidentifikasi lokasi instalasi pengayaan uranium Fordo dan mengumpulkan data-data tentang instalasi tersebut untuk Badan Intelijen AS (CIA).

Lama dirahasiakan, Fordo dibangun di sebelah kompleks militer, agar mudah dijaga dan diawasi dari serangan yang mengancam. Kini Fordo akan dilengkapi dengan sentrifugal generasi baru untuk program pengayaan uranium.

Isebelumnya, Iran juga telah mengklaim menembak jatuh pesawat mata-mata AS. Awal bulan ini, para pejabat militer Iran menunjukkan kepada para ilmuwan Rusia beberapa drone AS yang berhasil mereka tembak jatuh beberapa tahun terakhir. [AN/bsb]

Jangan Menyambut Ramadhan dengan Lebay


Jangan Menyambut Ramadhan dengan Lebay – Sementara ini, ada kesalahan masyarakat dalam menyambut Ramadhan. Karenanya, Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengingatkan agar masyarakat tidak "lebay" dalam menyambut bulan suci itu.

"Kecenderungannya, masyarakat kerap salah menafsirkan euforia atau semangat menyambut bulan suci Ramadhan itu dengan membunyikan petasan dan menyalakan kembang api," kata Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Samarinda, Kalimantan Timur, KH Zaini Naim, Selasa (19/7).

Menjelang bulan suci Ramadhan suara petasan dan kembang api kerap terdengar di setiap sudut Kota Samarinda. KH Zaini Naim mengingatkan bahwa Ramadhan sebagai waktu untuk menjalankan ibadah sehingga harus disambut dengan melaksanakan ibadah pula.

"Menyambut ramadhan bahkan Idul Fitri dengan membunyikan petasan dan menyalakan kembang api tidak sesuai dengan ajaran Islam sehingga seharusnya tidak dilakukan," tegasnya.

Ketua MUI Samarinda itu juga meminta Pemerintah Kota Samarinda, khususnya Satpol PP dan pihak kepolisian untuk menertibkan penjualan kembang api dan petasan. "Semua pihak termasuk pemerintah dan kepolisian harus ikut andil dalam memberikan ketenangan bagi masyarakat yang tengah menjalankan ibadah. Peran ulama hanya sebatas memberikan himbauan dan aparat yang seharusnya melakukan tindakan pencegahan," tambahnya.

Pada Ramadhan tahun lalu (2010) belasan rumah di Samarinda Seberang hangus terbakar. Diduga, penyebabnya adalah kembang api. Jadi, hindari "lebay" dalam menyambut Ramadhan. [AN/Rpb]

Hamas Kumpulkan Bukti Kejahatan Perang, Israel Ketakutan


Hamas Kumpulkan Bukti Kejahatan Perang, Israel Ketakutan - Kalangan militer Israel sangat marah atas tindakan pemerintah Hamas baru-baru ini yang mengumpulkan bukti-bukti kejahatan perang Israel terhadap warga sipil Gaza. Hamas dikabarkan tengah mengumpulkan bukti-bukti untuk menyeret para komandan dan serdadu Zionis ke pengadilan internasional.

Situs militer Israel turut mengabarkan bahwa kalangan militer Zionis Israel menuduh pemerintah Hamas membentuk badan khusus beberapa pekan yang lalu untuk melakukan pengumpulan informasi dan bukti-bukti yang bisa menjerat militer Israel ke pengadilan internasional atas tuduhan kejahatan perang.

Kalangan militer Israel meyakini pemerintah Hamas tidak akan mengajukan tuntutan sendirian. Kalangan militer itu memprediksi Hamas akan bekerja sama dengan lembaga HAM maupun badan-badan yang aktif dalam bidang itu untuk mengkriminalkan militer Israel.

Juru bicara militer Israel Avijaa Adraei mengatakan, militer Israel bertekad untuk mengambil langkah-langkah dan tindakan untuk melindungi para perwira dan prajuritnya, serta menghindarkan mereka dari pengadilan internasional.

"Kita akan tahu bagaimana kita melindungi para perwira dan tentara kita," tegas Adraei. [AN/IP]

Pramugari Mesir Demo Tuntut Diizinkan Berjilbab


Pramugari Mesir Demo Tuntut Diizinkan Berjilbab - Suasana berbeda terjadi di luar kantor Departemen Penerbangan Sipil Mesir. Sejumlah pramugari melakukan unjuk rasa di sana, Ahad (17/7). Yang menarik, mereka bukan menuntut kenaikan gaji atau hal biasa lainnya. Wanita-wanita cantik itu menuntut agar diperbolehkan memakai jilbab.

Sebelumnya, para pramugari EgyptAir itu telah mengajukan permintaan resmi kepada perusahaan terkait tentang masalah ini. Namun belum juga mendapatkan tanggapan yang memuaskan.

Sementara itu, pimpinan EgyptAir Hussain Massoud mengatakan bahwa sebuah komite telah dibentuk hampir sebulan lalu untuk mempelajari permintaan dari para pramugari. Massoud menambahkan, setiap perubahan dalam kebijakan seragam pramugari akan memakan waktu dan beberapa pertimbangan harus diperhitungkan dalam rangka untuk merancang seragam yang cocok bagi para pramugari yang mengenakan jilbab.

Massoud juga mengatakan bahwa komite tersebut juga beranggotakan dua perwakilan pramugari yang turut mendorong para pramugari bisa dan boleh mengenakan jilbab.

Menurut Massoud, komite itulah yang nantinya akan memutuskan apakah ada perubahan seragam berjilbab para pramugari EgyptAir. [AN/EM]

Dubes Prancis Prediksi Ikhwan Menangi Pemilu 20-30% Kursi Parlemen


Dubes Prancis Prediksi Ikhwan Menangi Pemilu 20-30% Kursi Parlemen - Duta besar Prancis untuk Mesir Jean Felix-Paganon memprediksi Ikhwanul Muslimin (baca: Partai Kebebasan dan Keadilan) menangi 20-30% pada pemilu parlemen September mendatang. Felix-Paganon juga menyatakan bahwa pemilu itu akan mengukur tingkat popularitas Ikhwan di mata rakyat Mesir.

Berbicara pada pertemuan Mesir-Perancis ketiga yang diselenggarakan oleh Pusat Studi dan Dokumen, duta besar Prancis menekankan bahwa referendum bulan Maret merupakan indikasi kekuatan Ikhwan, mengutip bahwa Ikhwan berhasil meyakinkan rakyat Mesir untuk memilih 'ya' dalam apa yang ia gambarkan sebagai langkah nyata pertama Mesir mendapatkan kebebasan, pengalaman dan transparansi pemilu.

Menurut Felix-Paganon, parlemen Mesir akan memiliki persentase yang tinggi dari anggota Ikhwan, menambahkan ia percaya parlemen berikutnya akan memiliki "sifat yang religius", meskipun ia tidak merinci lebih lanjut apa yang dianggap "religius" tersebut.

Felix-Paganon dalam kesempatan itu juga memuji tentara Mesir yang telah mengumumkan bahwa tahap transisi akan berlangsung singkat dan akan segera menyaksikan pemilihan umum yang bebas dan adil. Ia mengatakan tentara Mesir bermaksud menjaga citra dan popularitas di mata rakyat Mesir, mencatat bahwa tentara memainkan peran penting dalam keberhasilan 25 Revolusi Januari Mesir, yang menggulingkan aturan tiga dekade Mubarak digulingkan dalam Februari. Ia juga percaya pemerintah Mesir telah bekerja sembari berharap membuktikan kemampuannya untuk mengatasi krisis politik di Mesir. [AN/IW]

Protes Sekulerisme Negara, 50 Muslim Bangladesh Terluka


Protes Sekulerisme Negara, 50 Muslim Bangladesh Terluka - Sekitar 50 orang terluka dan 100 lainnya ditangkap dalam aksi yang mengajak warga Bangladesh melakukan mogok massal, Ahad (10/7), menyusul hasil amandemen yang memasukkan sekularisme sebagai dasar negara.

Umat Islam di Bangladesh kecewa dengan hasil amandemen yang menghapus kata "mutlak beriman dan percaya pada Allah" dari konstitusi negara. Dengan penghapusan kata itu, Bangladesh masih menjadikan Islam sebagai agama negara, namun konstitusi negaranya semakin bergeser menjadi sekuler.

Amandemen dasar negara Bangladesh itu merupakan agenda yang diloloskan Perdana Menteri Syeikh Hasina bersama pemerintahan koalisinya untuk menenangkan kelompok Islam dan liberal di negara yang mayoritas penduduknya menganut agama Islam itu.

Agenda amandemen berupa mempertahankan Islam sebagai agama negara, tetapi memasukkan sekularisme sebagai dasar negara.

Mogok massal diserukan oleh dua belas partai Islam yang dipelopori Bangladesh Islami Andolon, salah satu dari sedikit partai Islam kecil yang tidak punya kursi di parlemen. [AN/Hdy]

Perceraian Elektronik Makin Marak di Dubai


Perceraian Elektronik Makin Marak di Dubai – Dubai dilanda fenomena baru. Perceraian elektronik atau e-divorce menjadi tren di kota terpadat di Uni Emirat Arab itu. Surat kabar Emarat Al Youm mengutip data dari Dewan Konsultatif Keluarga di Dubai melaporkan, sepanjang tahun 2010, tercatat 555 kasus perceraian di Dubai dan 150 perceraian dilakukan melalui email dan SMS.

Tren mencerai lewat alat elektronik ini mendorong para ulama berijtihad, meskipun pendapat sementara ini berbeda-beda. Sejumlah ulama menyatakan talak lewat email atau sms sah-sah saja. Sedangkan sejumlah ulama lainnya menyatakan cerai dengan cara itu tidak sah berdasarkan hukum Islam. Kelompok kedua itu berargumen bahwa pasangan suami istri bisa saja memanipulasi perceraian itu dengan alasan-alasan tertentu.

Kepala Divisi Personal Pengadilan Dubai, Mohammed Abdul Rahman mengatakan bahwa "cerai elektronik" legal, tapi harus dibuktikan di pengadilan.

"Si istri mengajukan gugatan cerai ke pengadilan setelah menerima pesan cerai dari suaminya, dan pengadilan harus memverifikasinya dengan menanyakannya langsung pada suaminya," ujar Abdul Rahman.

Sedangkan seorang pakar hukum di Dubai, Rashid Tahluk mengatakan talak cerai yang disampaikan lewat email atau pesan singkat dari telepon genggam selayaknya tidak dilihat sebagai keputusan akhir. "Saya yakin, cerai yang disampaikan lewat email atau sms itu meragukan dan bukan talak cerai yang sebenarnya," kata Tahluk.

Ia juga mengatakan, seorang suami bisa saja membantah bahwa ia telah mengirim pesan sms berisi talak cerai pada istrinya. Pengadilan perlu melakukan konfirmasi atas hal seperti itu.

Tahluk juga mengingatkan kemungkinan lain, bahwa bisa saja email atau sms itu dikirim oleh orang lain. Terlebih, belakangan ini marak pembajakan akun email maupun penyalahgunaan nomor telepon genggam. [AN/EM]

8 Anak Afghanistan Syahid Akibat Serangan Udara AS


8 Anak Afghanistan Syahid Akibat Serangan Udara AS - Untuk kesekian kalinya, serangan udara pasukan AS menelan korban jiwa di kalangan masyarakat sipil Afghanistan. Kepolisian Provinsi Khost menyatakan serangan udara pasukan AS menyebabkan 13 orang warga sipil tewas, diantaranya delapan anak-anak.

Insiden itu memicu aksi protes warga Afghanistan. Warga marah terhadap pasukan asing, yang berulang kali menargetkan serangannya pada warga sipil.

Sebelumnya, serangan udara NATO di provinsi Ghazni juga menewaskan dua anak Aghanistan. Pada awal Maret, serangan udara AS ke distrik Darah-Ye Pech, provinsi Kunar, timur laut Afghanistan juga menewaskan sembilan anak-anak.

Dalam beberapa bulan terakhir, serangan pasukan AS ke sejumlah tempat di Afghanistan sudah menimbulkan ratusan korban jiwa dari kalangan warga sipil. Rakyat Aghanistan yang marah kerap melakukan aksi protes, namun serangan-serangan pasukan asing terhadap warga sipil terus terjadi.

Korban di kalangan warga sipil juga memicu makin meningkatnya sentimen anti-AS di negeri itu, bahkan friksi antara pemerintah Afghanistan dan pasukan koalisi asing. [EM/PR]

Makin Banyak Muslim, Makin Banyak yang Ingin Haji, Rusia Minta Tambahan Kuota


Makin Banyak Muslim, Makin Banyak yang Ingin Haji, Rusia Minta Tambahan Kuota - Seiring bertambahnya jumlah muslim, bertambah pula jumlah orang-orang yang ingin pergi haji. Sejumlah tokoh Muslim Rusia meminta Presiden Rusia Dmitry Medvedev untuk mendesak pemerintah Arab Saudi agar menambah kuota jamaah haji bagi Rusia.

Hal itu disampaikan oleh ulama besar Ismail Berdiyev dalam pertemuan antara Medvedev dengan para tokoh agama Islam di Nalchik, ibukota wilayah Kabardino-Balkaria.

"Sangat banyak orang yang ingin pergi. Mungkin Presiden bisa mengangkat isu ini dalam pembicaraan dengan Arab Saudi?" tanya Berdiyev yang memimpin komunitas muslim di wilayah Karachay-Cherkessia seperti dilansir Reuters, Rabu (6/7).

Aspirasi muslim yang disampaikan Berdiyev bersambut. Medvedev berjanji akan membahasnya dengan pejabat-pejabat pemerintah Saudi dalam pertemuan mereka di masa mendatang.

"Kami memiliki dialog yang terbuka dengan mereka atas semua isu," ujar pemimpin Rusia itu pada Berdiyev dan ulama-ulama lainnya.

Rusia memiliki penduduk muslim yang mencapai sekitar 20 juta jiwa, atau sekitar sepertujuh populasi Rusia. Jumlah muslim terus bertambah dari tahun ke tahun, sementara kuota haji yang diberikan Arab Saudi sementara ini hanya 20 ribu orang. [AN/Dtk]

Umat Islam Kelompok Paling Komitmen Moral di Rusia


Umat Islam Kelompok Paling Komitmen Moral di Rusia - Umat Islam merupakan komunitas agama yang paling komitmen dengan nilai-nilai moral, dibandingkan penganut agama lainnya di Rusia. Hal ini terungkap dari hasil studi yang dilakukan Sociological Institute of the Russian Academy of Sciences.

Riset sosiologi itu dilakukan di seluruh teritorial dan distrik ekonomi di Moskow dan St. Petersburg, dengan melibatkan 1.750 responden berusia 18 tahun ke atas.

Hasil riset itu menunjukkan bahwa tingkat komitmen penganut agama yang tertinggi adalah pemeluk Islam sebesar 42 persen. Penganut Kristen Ortodoks dan agama lainnya menduduki urutan berikutnya dengan 31 persen. Sedangkan komitmen kalangan atheis terhadap moral hanya 25 persen.

Riset itu juga mengatakan, 13 persen orang Rusia mengunjungi gereja dan ikut dalam perkumpulan-perkumpulan agama. Di Rusia, perkumpulan agama lebih populer dibandingkan dengan komunitas pertemanan, organisasi politik atau organisasi pemuda. [AN/EM]

Lantunan Al Qur'an Menjauhkan Pemerkosa dari Si Gadis yang Membacanya


Lantunan Al Qur'an Menjauhkan Pemerkosa dari Si Gadis yang Membacanya - Gadis itu berinisial MMS. Ia diculik ketika acara pesta pernikahan berlangsung di sebuah aula di Jeddah. Penculiknya belakangan diketahui berprofesi sebagai guru, sudah menikah dan memiliki lima anak. Lelaki ini telah melakukan pemerkosaan berantai sejak tahun 2008.

"Setiap kali dia mendekat, saya membaca al Qur'an dan dia kemudian menjauh," cerita MMS yang masih berusia 10 tahun itu.

Penculikan itu bermula ketika penjaga pintu sedang membantu menyiapkan makan malam. MMS membukakan pintu ketika ada ketukan. Ia menyangka lelaki itu adalah tamu. Tanpa curiga MMS mengikuti laki-laki itu keluar karena diminta bantuannya ikut mengambilkan hadiah buat pengantin.

"Ketika saya keluar, dia mendekat dan meraih tangan saya. Dia bilang kado-kado lainnya ada di dalam mobil. Dia mengajak saya untuk ikut ke mobilnya yang diparkir dekat pintu masuk aula," kata MMS bercerita lebih lanjut.

MMS menolak, tapi laki-laki itu memaksanya masuk dan memperingatkannya agar tidak berisik. Dalam waktu singkat, penculik melajukan mobilnya, menyusuri jalan-jalan kota yang tidak dikenali oleh MMS.

"Tapi, saya bisa melihat beberapa bangunan seperti tempat biliard dan gedung pernikahan lainnya," lanjut MMS.

Sesampainya di apartemen, penculik menyuruh MMS naik. Ia bilang kadonya ada di atas, lalu mereka akan kembali ke gedung pernikahan.

"Tapi, begitu saya masuk ke apartemennya, dia mendorong saya ke dalam dan mengunci pintu. Saya tidak tahu dia akan berbuat apa."

Setelah mengunci pintu, penculik itu mengambil penghisap shisha, sambil membual bahwa ia sangat mengenal ayah MMS. Dia bilang akan menelepon ayahnya supaya tidak khawatir, karena MMS akan diajak pulang setelah pesta pernikahan usai. Setelah berpura-pura menelepon ayah MMS, lelaki penculik itu memukul wajah MMS dan menyuruhnya diam.

"Laki-laki itu kemudian mulai berusaha memperkosa saya. Saya langsung membaca ayat-ayat al Qur'an. Dia lalu menjauh. Hal itu berlanjut sampai matahari terbit."

Setelah matahari terbit, si penculik menonton televisi hingga pukul 8 pagi. Lalu dia berkata akan mengantarkan MMS ke sebuah rumah di mana gadis kecil itu bisa bertemu dengan keluarganya. Ketika MMS dibawa ke mobil oleh si penculik, lagi-lagi gadis itu melakukan tindakan yang sangat cerdas.

"Saya masuk ke mobil. Dia menyuruh agar saya tetap menundukkan kepala. Tapi saya berhasil melihat beberapa gedung, termasuk apotek Al Sudais dan Rap, yang terletak dekat rumahnya. Kami tidak pergi jauh," kata MMS menceritakan peristiwa itu.

Penculik menurunkan MMS di dekat klinik Al Nahda di distrik Al Muntazahat. Setelah MMS masuk, penculik itu menghilang. MMS kemudian meminta bantuan orang di sana untuk menelopon ayahnya. Sayangnya, orang itu tidak membawa HP. Lalu MMS memanggil taksi dan meminjam telepon sopir untuk menghubungi ayahnya. Singkat cerita, taksi itu membawa MMS bertemu ayahnya.

"Ayah menangis melihat saya," kenangnya.

MMS hampir saja menjadi korban ke 13 dari penculik itu. Namun petualangannya memperkosa gadis berakhir sudah. Kecerdasan gadis yang masih duduk di SD itu berhasil membantu polisi membekuknya.

Sehari sebelum penangkapan, Mayor Sultan Al Malki dari Kepolisian Jeddah mengajak MMS menuju daerah sekitar TKP yang diingatnya. Di sana penculik terlihat berdiri di dekat sebuah toko. Petugas mengarahkan kendaraan mendekati laki-laki itu, agar MMS bisa memastikannya.

MMS tidak membenarkan bahwa orang tersebut adalah pelakunya. Tapi, ia berkata bahwa orang itu mirip dengan pria yang menculik dirinya.

Malam harinya, polisi mengajak MMS mengunjungi lokasi yang sama, untuk memastikan bahwa ia tidak mengenali rumah yang salah. MMS yakin itulah rumah penculik. Juga mobil yang digunakannya untuk menculik MMS yang diparkir di sana.

Akhirnya maniak seks itu dijebloskan ke penjara bulan lalu (9/6). Kejahatan besarnya berakhir dengan bantuan gadis yang suka membaca Al-Qur'an ini. Tilawah Al-Qur'an pula yang menyelamatkan MMS dari ancaman pemerkosaan. [AN/Hdy]